Abstract

Batuk merupakan salah satu keluhan yang sering diobati dengan cara swamedikasi. Swamedikasi adalah pengobatan pada diri sendiri dengan membeli obat atas inisiatif sendiri tanpa nasehat dokter. Salah satu faktor yang mempengaruhi pengetahuan seseorang adalah tingkat pendidikan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan pasien tentang swamedikasi batuk dan mengetahui hubungan tingkat pendidikan dengan pengetahuan pasien tentang swamedikasi batuk di Apotek Kimia Farma Sempidi. Penelitian analitik observasional dilakukan dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purvosive sampling dengan kriteria inklusi pasien tidak buta huruf, melakukan swamedikasi batuk, berusia 17-64 tahun. Pasien yang beprofesi sebagai tenaga kesehatan dieksklusikan dari penelitian. Pengambilan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner. Hasil penelitian didapatkan bahwa tingkat pengetahuan sebanyak 66 responden tentang swamedikasi batuk dengan tingkat pengetahuan terbanyak dalam kategori cukup dan pada tingkat pendidikan SMA/SMK (38%). Uji statistika menyatakan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan pasien tentang swamedikasi batuk (p=0,350).