Acta Holistica Pharmaciana https://ojs.farmasimahaganesha.ac.id/index.php/AHP <p><strong>Acta Holistica Pharmaciana (AHP)</strong>&nbsp;is an official scientific journal published by School of Pharmacy Mahaganesha (Sekolah Tinggi Farmasi Mahaganesha-STF Mahaganesha) located in Denpasar, Bali, Indonesia.</p> <p>This Journal continuously published two times a year.</p> <p>This journal is a general pharmacy with a holistical approach pharmacy journal that covers all aspects of pharmaceutical topics (but not limited to) such as :</p> <p>1. Clinical Pharmacy<br>2. Community Pharmacy<br>3. Pharmaceutics<br>4. Pharmaceutical Chemistry<br>5. Biotechnology Pharmacy<br>6. Pharmacognosy<br>7. Phytochemistry<br>8. Pharmacoeconomic<br>and other pharmaceutical topics....</p> en-US maharathi_dasa@yahoo.co.id (Mahadri Dhrik) ahpjournal@farmasimahaganesha.ac.id (Admin) Sun, 28 Apr 2024 06:36:22 +0000 OJS 3.1.1.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Pengaruh Variasi Konsentrasi Gelling Agent (Xanthan Gum dan Carbopol) pada Sediaan Serum dengan bahan Aktif Retinoic Acid https://ojs.farmasimahaganesha.ac.id/index.php/AHP/article/view/157 <p>Aktivitas dari <em>retinoic acid</em> atau vitamin A dapat mengatasi jerawat, kerutan, noda hitam, dan kerusakan kulit akibat paparan matahari. Formulasi serum biasanya sering ditambahkan vitamin E sebagai zat aktif sebagai aktivitas antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk membandingkan konsentrasi <em>gelling agent</em> yang terdapat pada setiap formula. Lima formula serum tersebut menggunakan xanthan gum dan karbopol dengan konsentrasi yang berbeda tiap formula dari formula 1 hingga formula 5. Uji organoleptis masing-masing formula menunjukkan sediaan berwarna kuning pucat, kuning pekat, dan kuning buram, aroma khas kenanga, dan terbentuk tekstur yang kurang kental hingga sangat kental karena perbedaan konsentrasi <em>gelling agent</em>. Uji pH dari semua formula sudah memenuhi syarat yaitu 4,5-6,5 yaitu hasilnya ada pada rentang 4,5-6. Semua formula serum memenuhi persyaratan uji viskositas, daya sebar, dan daya lekat yang baik serta menunjukkan serum tipe M/A. Berdasarkan hasil uji hedonik yang didapat menyatakan bahwa formulasi F3 memiliki nilai kesukaan yang relatif tinggi dibandingkan dengan formula lainnya, hal tersebut dikarenakan tekstur yang tidak terlalu kental ataupun cair dibandingkan dengan yang lain.</p> Repining Tiyas Sawiji ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://ojs.farmasimahaganesha.ac.id/index.php/AHP/article/view/157 Sun, 28 Apr 2024 04:17:27 +0000 Profil Terapi Antihipertensi pada Pasien Hipertensi dengan Komplikasi Tunggal https://ojs.farmasimahaganesha.ac.id/index.php/AHP/article/view/158 <p>Hipertensi merupakan keadaan peningkatan tekanan darah sistolik dan/ atau diastolik yang membutuhkan upaya pengendalian untuk mencegah morbiditas dan mortalitas di tengah prevalensinya yang tinggi di Indonesia, termasuk di Bali. Kontrol hipertensi untuk memperlambat perburukan penyakit berupa komplikasi organ dilakukan berdasarkan algoritma tata laksana. Intervensi farmakologi berperan besar dalam terapi hipertensi, terlebih akibat keragaman pemilihan antihipertensi yang diberikan pada pasien hipertensi dengan komplikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan profil penggunaan antihipertensi pada pasien hipertensi dengan komplikasi tunggal di salah satu rumah sakit umum swasta “X” Gianyar berdasarkan peresepan pada periode Januari-Desember 2019. Desain <em>cross sectional </em>diterapkan dengan pendekatan retrospektif non eksperimental terhadap data sekunder yang bersumber dari rekam medis sesuai kriteria inklusi. Data yang diikutsertakan dalam penelitian ini memenuhi persyaratan jika melibatkan pasien hipertensi rawat jalan dewasa dengan satu macam komplikasi yang menjalani pengobatan sama pada minimal dua kali peresepan secara berturut-turut. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan penyajian berupa tabel dan diagram. Dari sejumlah total 108 pasien hipertensi, kejadian komplikasi yang paling banyak dialami adalah diabetes melitus (50,00%). Kombinasi dua jenis antihipertensi berbeda paling sering ditemukan pada seluruh pasien (45,40%). Antihipertensi golongan <em>angiotensin receptor blocker </em>(ARB) dan <em>calcium channel blocker </em>(CCB) kelas dihidropiridin mendominasi profil penggunaan obat pada penelitian ini, baik pada monoterapi maupun terapi kombinasi (≥20%). Profil antihipertensi pada pasien yang diteliti menunjukkan pola yang cenderung taat pada algoritma terapi, sehingga kesesuaian obat ini perlu dievaluasi lebih lanjut terkait hasil kontrol tekanan darah pasien pada periode pengamatan yang lebih lama.</p> Putu Dian Marani Kurnianta, Ni Komang Ari Darmiati, Mahadri Dhrik, Agustina Nila Yuliawati ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://ojs.farmasimahaganesha.ac.id/index.php/AHP/article/view/158 Sun, 28 Apr 2024 04:39:14 +0000 Penetapan Kadar Proantosianidin Ekstrak Etanol Biji Alpukat (Persea americana Mill.) dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis https://ojs.farmasimahaganesha.ac.id/index.php/AHP/article/view/159 <p>Biji alpukat memiliki kandungan zat yang bermanfaat bagi tubuh yang dapat digunakan sebagai alternatif dalam mengobati sakit gigi, maag kronis, hipertensi dan diabetes melitus. Ekstrak etanol biji alpukat (<em>Persea </em><em>a</em><em>mericana </em>Mill.) memiliki kandungan senyawa flavonoid, alkaloid, tanin, dan proantosianidin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar proantosianidin ekstrak etanol biji alpukat (<em>Persea americana</em> Mill.) dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dimulai dengan pengumpulan biji buah alpukat yang diperoleh dari kebun alpukat jalan Berambai Kota Samarinda, pengolahan simplisia, pembuatan ekstrak dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 95%, skrining fitokimia, dan penetapan kadar proantosianidin menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan pembanding katekin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biji alpukat mengandung sejumlah besar alkaloid, flavonoid, saponin, triterpenoid, tanin dan proantosianidin. Ekstrak yang positif mengandung proantosianidin dengan penambahan pereaksi Vanilin-HCl pekat yang spesifik bereaksi pada polifenol dengan inti flavan-3-ol, kemudian dibaca pada panjang gelombang 499 nm, dan diperoleh rata-rata kadar proantosianidin dalam ekstrak etanol biji alpukat sebesar 2,41 mgCE/ g Ekstrak ± 0,88096.</p> Sela Safitri, Siti Jubaidah, Henny Nurhasnawati ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://ojs.farmasimahaganesha.ac.id/index.php/AHP/article/view/159 Sun, 28 Apr 2024 05:19:42 +0000 Pengaruh Metode Ekstraksi terhadap Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Singkil (Premna corymbosa Rottl. et Willd) dengan DPPH secara Spektrofotometri UV-Vis https://ojs.farmasimahaganesha.ac.id/index.php/AHP/article/view/160 <p style="font-weight: 400;">Daun singkil (<em>Premna corymbos</em>a Rottl. et Willd) merupakan salah satu tumbuhan yang mengandung senyawa flavonoid, yang memiliki aktivitas antioksidan. Metode ekstraksi yang tepat akan menentukan banyaknya jumlah bahan aktif yang didapat dalam suatu ekstrak. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui aktivitas daun singkil berdasarkan perbedaan metode ekstraksi yaitu maserasi, refluks dan soxhlet.Penelitian yang dilakukan bersifat eksperimental dengan tahapan dimulai dari pengumpulan bahan baku, determinasi tumbuhan, pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak dengan metode maserasi, refluks dan soxhlet menggunakan pelarut etanol 70%, dan pengujian aktivitas antioksidan dengan DPPH (1,1-Difenil-2-Pikrilhidrazil) secara spektrofotometri UV-Vis. Analisis data yang dilakukan menggunakan statistik Kruskal-Wallis.Berdasarkan hasil penelitian dengan uji Kruskal-Wallis nilai signifikan (0,180) &gt; nilai p-value 0,05 maka perbedaan metode ekstraksi tidak berpengaruh terhadap aktivitas antioksidan ekstrak daun singkil. Hasil aktivitas antioksidan ekstrak daun singkil pada metode maserasi 40,56 ppm, refluks 41,59 ppm dan soxhlet 35,66 ppm. Aktivitas antioksidan dari ekstrak daun singkil termasuk sangat kuat.</p> Siti Jubaidah, Heri Wijaya, Alya Safira, Muhammad Marwan Ramadhan ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://ojs.farmasimahaganesha.ac.id/index.php/AHP/article/view/160 Sun, 28 Apr 2024 06:20:49 +0000 Penanganan Pada Pasien Yang Mengalami Gangguan Otot Akibat Pemberian Obat Golongan Statin (SAMS): Review https://ojs.farmasimahaganesha.ac.id/index.php/AHP/article/view/164 <p>Pengobatan dislipidemia adalah proses pengobatan jangka panjang yang bertujuan menurunkan dan menjaga kadar lipid dalam darah. Dalam hal ini, obat golongan statin menjadi pilihan utama karena efektivitasnya dalam mengurangi risiko kematian dan morbiditas. Meskipun efek sampingnya relatif dapat ditoleransi, nyeri otot adalah efek samping yang sering muncul dan perlu diperhatikan. Jika nyeri otot berlangsung lama dan semakin parah, dapat menyebabkan gangguan otot yang memerlukan penanganan khusus. Banyak pasien dewasa yang berhenti mengonsumsi statin karena efek samping ini, yang berdampak signifikan pada kesehatan. Berhenti mengonsumsi statin juga berhubungan dengan peningkatan kadar LDL (kolesterol jahat) dan mengurangi peluang mencapai target LDL. Intoleransi terhadap statin juga dikaitkan dengan risiko infark miokard berulang, penyakit jantung koroner, dan kematian yang lebih tinggi. Oleh karena itu, strategi pengelolaan dan pengobatan yang optimal harus mempertimbangkan dosis statin yang dapat ditoleransi dan kombinasi dengan terapi penurun lipid non-statin untuk mencapai target LDL yang diinginkan.</p> Warrantia Citta Citti Putri, Murtiyana Sari, Fitri Ayu Wahyuni, Nining Suryani ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://ojs.farmasimahaganesha.ac.id/index.php/AHP/article/view/164 Sun, 28 Apr 2024 06:36:04 +0000