Acta Holistica Pharmaciana https://ojs.farmasimahaganesha.ac.id/index.php/AHP <p>Acta Holistica Pharmaciana&nbsp; is an official scientific journal published by School of Pharmacy Mahaganesha (Sekolah Tinggi Farmasi Mahaganesha-STF Mahaganesha) located in Denpasar, Bali, Indonesia. <br><br>This Journal continuously published two times a year.</p> <p style="background-color: transparent; color: #000000; cursor: text; font-family: &amp;quot; noto sans&amp;quot;,arial,helvetica,sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; letter-spacing: normal; orphans: 2; outline-color: transparent; outline-style: none; outline-width: 0px; text-align: left; text-decoration: none; text-indent: 0px; text-transform: none; -webkit-text-stroke-width: 0px; white-space: normal; word-spacing: 0px;">This journal is a general pharmacy with a holistical approach pharmacy journal that covers all aspects of pharmaceutical topics (but not limited to) such as :</p> <ol style="background-color: transparent; color: #000000; cursor: text; font-family: &amp;quot; noto sans&amp;quot;,arial,helvetica,sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; letter-spacing: normal; orphans: 2; outline-color: transparent; outline-style: none; outline-width: 0px; text-align: left; text-decoration: none; text-indent: 0px; text-transform: none; -webkit-text-stroke-width: 0px; white-space: normal; word-spacing: 0px;"> <li class="show" style="cursor: text; outline-color: transparent; outline-style: none; outline-width: 0px;">Clinical Pharmacy</li> <li class="show" style="cursor: text; outline-color: transparent; outline-style: none; outline-width: 0px;">Community Pharmacy</li> <li class="show" style="cursor: text; outline-color: transparent; outline-style: none; outline-width: 0px;">Pharmaceutics</li> <li class="show" style="cursor: text; outline-color: transparent; outline-style: none; outline-width: 0px;">Pharmaceutical Chemistry</li> <li class="show" style="cursor: text; outline-color: transparent; outline-style: none; outline-width: 0px;">Biotechnology Pharmacy</li> <li class="show" style="cursor: text; outline-color: transparent; outline-style: none; outline-width: 0px;">Pharmacognosy</li> <li class="show" style="cursor: text; outline-color: transparent; outline-style: none; outline-width: 0px;">Phytochemistry</li> <li class="show" style="cursor: text; outline-color: transparent; outline-style: none; outline-width: 0px;">Pharmacoeconomic</li> <li class="show" style="cursor: text; outline-color: transparent; outline-style: none; outline-width: 0px;">Other pharmaceutical topics....</li> </ol> School of Pharmacy Mahaganesha (Sekolah Tinggi Farmasi Mahaganesha) en-US Acta Holistica Pharmaciana UJI EFEK EKSTRAK ETANOL BIJI LABU KUNING (Cucurbita moschata Duch) TERHADAP KADAR KREATININ UREUM TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) HIPERKOLESTEROLEMIA-DIABETES https://ojs.farmasimahaganesha.ac.id/index.php/AHP/article/view/18 <p>Nefropatik Diabetes merupakan penyakit gagal ginjal yang disebabkan oleh Diabetes Mellitus. Kondisi hiperglikemik menyebabkan kerusakan glomerulus ginjal sehingga fungsi filtrasi ginjal menurun. Ureum dan kreatinin digunakan sebagai parameter fungsi ginjal. Biji labu kuning (<em>Cucurbita moschata</em> Duch) mengandung alkaloid, tanin dan polifenol yang berfungsi sebagai antioksidan yang dapat memperbaiki kerusakan glomerulus ginjal akibat kondisi hiperglikemik. Penelitian ini bertujuan mengetahui efek dan menentukan dosis ekstrak etanol tbiji labu kuning terhadap kadar ureum dan kreatinin. Pengujian menggunakan 25 ekor tikus dibagi menjadi 5 kelompok terdiri dari 1 kelompok normal dan 4 kelompok yang diinduksi pakan tinggi Kolesterol dan streptozotocin dosis 35 mg/kg BB. Tikus Nefropati Diabetik dibagi dalam kelompok yang diberi Na-CMC 0,5%, kelompok yang diberi ekstrak etanol biji labu kuning dengan dosis masing-masing 270 mg/kg BB, 360 mg/kg BB dan 450 mg/kg BB. Data hasil pengukuran kadar ureum dan kreatinin dianalisis menggunakan uji statistik <em>One Way Anova </em>dan uji lanjut <em>Post Hoc Least Significant Differences </em>(LSD).Hasil uji statistik (α = 0,05) menunjukkan bahwa ekstrak etanol biji labu kuning memberikan efek &nbsp;terhadap kadar ureum dan kreatinin dengan dosis 270 mg/kg BB tidak memberikan perbedaan yang nyata dengan kelompok normal.</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> Syafika Alaydrus Ayu Wulandari ##submission.copyrightStatement## 2020-03-18 2020-03-18 2 1 1 8 TINJAUAN ANALISIS BIAYA TERAPI ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN PENYAKIT PENYERTA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI INDONESIA https://ojs.farmasimahaganesha.ac.id/index.php/AHP/article/view/19 <p>Hipertensi menjadi salah satu faktor risiko terjadinya penyakit kardiovaskular yang menyebabkan kematian utama di antara penyakit tidak menular (<em>non-communicable disease). </em>Kenaikan prevalensi hipertensi terjadi pada negara berpenghasilan rendah dan diikuti oleh negara berpenghasilan menengah. Indonesia sebagai negara berpenghasilan rendah hingga menengah menunjukkan peningkatan prevalensi hipertensi sebesar 6,3% pada tahun 2013 ke tahun 2018. Penyakit hipertensi dapat disertai dengan penyakit penyerta lainnya seperti Diabetes Melitus (DM) tipe 2. Oleh karena itu, biaya pengobatan untuk hipertensi akan menjadi mahal, sehingga diperlukan pengobatan hipertensi yang efisien dari segi biaya dan efektif dari segi terapi. Kajian farmakoekonomi seperti Analisis Efektivitas Biaya perlu dilakukan untuk membantu penentu kebijakan dalam membuat suatu keputusan untuk memberikan terapi yang efektif dengan pengeluaran biaya yang efisien, khususnya pada penggunaan kombinasi antihipertensi pada pasien hipertensi disertai dengan penyakit DM tipe 2 yang menjalani pengobatan rawat jalan di rumah sakit. Indikator nilai ACER dan/ atau ICER dipakai dalam Analisis Efektivitas Biaya. Semakin rendah nilai ACER, maka akan semakin <em>cost effective</em> obat tersebut. Semakin negatif nilai ICER, maka suatu terapi lebih efektif dan lebih murah dibandingkan alternatifnya. Hasil review ini menunjukkan bahwa kombinasi golongan obat ACEI dan diuretik thiazid memiliki efektivitas biaya terbaik dibandingkan dengan kombinasi lainnya dari beberapa literatur. Review ini diharapkan dapat memberikan gambaran dalam pengambilan keputusan terkait penentuan kebijakan dalam pelayanan kesehatan pada penyakit hipertensi.</p> <p>&nbsp;</p> Agustina Nila Yuliawati ##submission.copyrightStatement## 2020-03-18 2020-03-18 2 1 9 15 UJI KUANTITATIF METABOLIT STANDAR EKSTRAK ETANOL DAUN AWAR-AWAR (Ficus Septica Burm. f) DENGAN METODE KROMATOGRAFI https://ojs.farmasimahaganesha.ac.id/index.php/AHP/article/view/20 <p>Indonesia merupakan negara yang telah dikenal sebagai salah satu negara yang mempunyai keanekaragaman hayati tinggi. Salah satu kekayaan flora indonesia yang banyak&nbsp; digunakan adalah family <em>Moraceae</em>. Salah satu tanaman dari suku <em>Moraceae</em> yaitu awar-awar (<em>Ficus septica </em>Burm.f). Awar-awar pada dunia Daun awar-awar dapat digunakan untuk menurunkan kadar gula dalam darah, sehingga perlu dilakukan standardisasi pada ekstraknya.</p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa metabolit yang terkandung di dalam daun awar-awar serta kadar total metabolit sekunder.</p> <p>Ektraksi daun awar-awar menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96 % untuk mendapatkan filtrat. Filtrat yang diperoleh dipekatkan menggunakan rotary evaporator pada suhu 60°C hingga diperoleh ekstrak pekat. Ekstrak yang diperoleh di uji kualitatif dengan uji Alkaloid, Flavonoid, Saponin dan Tanin dengan menggunakan pereaksi yang sesuai dengan parameter uji. Sedangkan untuk uji Kuantitatif pada senyawa alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin menggunakan metode Spektrofotometri UV-Visible. Hasil uji kualitatif menunjukkan bahwa daun awar-awar positif mengandung senyawa Alkaloid ditandai dengan adanya endapan orange, Flavonoid ditandai dengan terbentuknya warna merah ungu, Tanin ditandai dengan warna hijau kehitaman dan Saponin adanya busa yang stabil. Hasil Uji kuantitatif Alkaloid sebesar 0,16% b/b , Saponin sebesar 8,21% b/b,Tanin sebesar 68,76 % b/b dan Flavonoid sebesar 6,33 % b/b.</p> Niluh Puspita Dewi ##submission.copyrightStatement## 2020-03-18 2020-03-18 2 1 16 24 POTENSI INTERAKSI OBAT ANTIDIABETIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 https://ojs.farmasimahaganesha.ac.id/index.php/AHP/article/view/22 <p>Diabetes Mellitus (DM) adalah salah satu dari sekian banyak penyakit degeneratif yang saat&nbsp; ini menjadi perhatian serius &nbsp;di negara berkembang khususnya seperti Indonesia. Diabetes mellitus adalah suatu kondisi di mana kadar gula di dalam darah lebih tinggi dari keadaan normal.&nbsp; Hal &nbsp;ini &nbsp;disebabkan karena &nbsp;tubuh &nbsp;tidak &nbsp;dapat melepaskan atau&nbsp; menggunakan hormon insulin secara cukup. Sebagian besar kasus diabetes mellitus&nbsp;&nbsp; adalah diabetes mellitus tipe-2 yang disebabkan oleh pola hidup yang tidak sehat. Pengobatan diabetes mellitus tipe 2 menggunakan kombinasi beberapa obat antidiabetik oral atau kombinasi dengan insulin, jika penggunaan tunggal obat antidiabetes tidak mencapai tujuan. Penggunaan berbagai obat dalam waktu yang bersamaan atau polifarmasi dapat memfasilitasi terjadinya interaksi obat Interaksi &nbsp;obat&nbsp; &nbsp;dapat&nbsp;&nbsp; membahayakan &nbsp;pasien tetapi ada pula yang menguntungkan. Interaksi obat antidiabetes dengan obat lain menimbulkan efek hipoglikemia dengan derajat keparahan interaksi masuk pada kategori moderat.</p> Putu Ayu Ratih Listiani ##submission.copyrightStatement## 2020-03-18 2020-03-18 2 1 25 29 PENGARUH MODIFIER ZEOLIT ALAM TERAKTIVASI ASAM SULFAT TERHADAP ANALISIS LOGAM ZN(II) DENGAN METODE VOLTAMETRI PELUCUTAN ANODIK https://ojs.farmasimahaganesha.ac.id/index.php/AHP/article/view/23 <p>Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh zeolit alam teraktivasi asam sulfat 0,2 N sebagai <em>modifier</em> dalam elektroda pasta karbon (CPE) terhadap arus puncak pengukuran logam Zn(II) menggunakan metode voltametri pelucutan anodik. Hasil yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan pengukuran menggunakan CPE tanpa termodifikasi. Diperoleh respon berupa arus puncak pengukuran yang lebih tinggi pada CPE termodifikasi zeolit alam teraktivasi asam sulfat. Arus puncak yang dihasilkan pada CPE dengan variasi komposisi <em>modifier</em> berturut-turut 0, 5, 10, dan 15% dari berat grafit adalah sebesar 97,0887; 13,4385; 174,4760; dan 130,1420 µA, sehingga diperoleh kandungan <em>modifier</em> optimum adalah 5%. Selanjutnya dilakukan uji kondisi optimum yang meliputi waktu deposisi dan laju pindai terhadap analisis logam Zn(II). Hasil yang didapatkan adalah semakin bertambah waktu deposisi arus puncak yang dihasilkan semakin tinggi, sampai mencapai waktu deposisi optimum, dan waktu deposisi optimum untuk CPE dengan <em>modifier</em> 5% adalah 450 s, lebih cepat dibandingkan dengan CPE tanpa <em>modifier</em>, yaitu 540 s. Baik pengukuran menggunakan elektroda CPE tanpa termodifikasi maupun CPE dengan <em>modifier</em> 5% menghasilkan arus puncak yang semakin meningkat dengan bertambahnya laju pindai, sampai pada laju pindai optimum pada 10 mV/s.</p> Ni Ketut Esati ##submission.copyrightStatement## 2020-03-18 2020-03-18 2 1 30 37