Abstract

Intisari


Diabetes melitus adalah gangguan metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa dalam darah (hiperglikemia). Jenggot musa (Tillandsia Usneoides L.) mengandung senyawa flavonoid yang diketahui memiliki efek menurunkan kadar gula darah dengan menghambat pemecahan karbohidrat menjadi glukosa, memacu sekresi insulin. Dilakukan pembuatan ekstrak air jenggot musa secara dekoktasi dengan menggunakan pelarut air. Ekstrak dengan variasi dosis 40mg, 80mg dan 160mg diberikan selama 14 hari pada mencit (Mus Musculus L.) yang telah diinduksi aloksan secara in vivo dengan kadar gula darah acak > 200 mg/dl selama 14 hari. Jenis penelitian eksperimental dengan rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dengan varian konsentrasi dosis 40 mg/20 g BB, 80 mg/20 g BB, dan 160 mg/20 g BB selama 14 hari pada mencit (Mus Musculus L.) yang telah diinduksi aloksan. Data yang dihasilkan selanjutnya diolah dengan uji repeated measure anova untuk melihat adanya perbedaan signifikan penurunan kadar gula darah selama waktu pengamatan. Dan dilakukan uji oneway anova untuk melihat perbedaan kadar gula darah acak antar kelompok perlakuan pada akhir waktu pengamatan. Hasil penelitian menunjukan penurunan kadar gula darah acak secara signifikan pada kelompok ekstrak dosis 80mg/20g BB dan 160mg/20g BB pada waktu pengamatan p<0,05. Namun pada hari ke-14 gula darah acak pada kelompok dosis 80mg/20g BB dan 160mg/20g BB tidak berbeda secara signifikan dengan kontrol positif (p>0,05).


Kata kunci: Aloksan, Ekstrak Air Jenggot Musa, Hewan Uji, Uji Aktivitas Antidiabetes