Abstract

Hipertensi merupakan keadaan peningkatan tekanan darah sistolik dan/ atau diastolik yang membutuhkan upaya pengendalian untuk mencegah morbiditas dan mortalitas di tengah prevalensinya yang tinggi di Indonesia, termasuk di Bali. Kontrol hipertensi untuk memperlambat perburukan penyakit berupa komplikasi organ dilakukan berdasarkan algoritma tata laksana. Intervensi farmakologi berperan besar dalam terapi hipertensi, terlebih akibat keragaman pemilihan antihipertensi yang diberikan pada pasien hipertensi dengan komplikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan profil penggunaan antihipertensi pada pasien hipertensi dengan komplikasi tunggal di salah satu rumah sakit umum swasta “X” Gianyar berdasarkan peresepan pada periode Januari-Desember 2019. Desain cross sectional diterapkan dengan pendekatan retrospektif non eksperimental terhadap data sekunder yang bersumber dari rekam medis sesuai kriteria inklusi. Data yang diikutsertakan dalam penelitian ini memenuhi persyaratan jika melibatkan pasien hipertensi rawat jalan dewasa dengan satu macam komplikasi yang menjalani pengobatan sama pada minimal dua kali peresepan secara berturut-turut. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan penyajian berupa tabel dan diagram. Dari sejumlah total 108 pasien hipertensi, kejadian komplikasi yang paling banyak dialami adalah diabetes melitus (50,00%). Kombinasi dua jenis antihipertensi berbeda paling sering ditemukan pada seluruh pasien (45,40%). Antihipertensi golongan angiotensin receptor blocker (ARB) dan calcium channel blocker (CCB) kelas dihidropiridin mendominasi profil penggunaan obat pada penelitian ini, baik pada monoterapi maupun terapi kombinasi (≥20%). Profil antihipertensi pada pasien yang diteliti menunjukkan pola yang cenderung taat pada algoritma terapi, sehingga kesesuaian obat ini perlu dievaluasi lebih lanjut terkait hasil kontrol tekanan darah pasien pada periode pengamatan yang lebih lama.