Abstract

Pentoxifylline terbukti memiliki khasiat sebagai penyembuh luka seperti ulkus diabetik. Pentoxifylline pada penelitian inidiformulasikan dalam bentuk sediaan gel dengan kombinasi basis HPMC dan Chitosan. Penggunaan kombinasi ini diketahui akan menghasilkan gel dengan sifat fisik yang lebih baik daripada penggunaan tunggal. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh variasi HPMC dan chitosan terhadap sifat fisik gel dan stabilitas fisik gel pentoxifylline selama penyimpanan, serta mencari konsentrasi HPMC dan Chitosan yang optimum.


Sediaan gel dibuat dengan konsentrasi pentoxifylline sebesar 1% dengan basis HPMC dan chitosan. Komposisi HPMC dan chitosan ditentukan melalui proses skrining dan dioptimasi menggunakan metode Simplex Lattice Design dengan perangkat lunak Design Expert trial version 10.0.3. Masing-masing formula diuji sifat fisiknya yang meliputi pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat.


Formula optimum gel pentoxifylline terdiri dari 3,5% HPMC dan 1,5% chitosan. Hasil uji sifat fisik gel pentoxifylline optimum menunjukkan bahwa sediaan yang diperoleh homogen dengan nilai pH 5, viskositas 266,67 dPa.S, daya sebar 43,33 cm.g/menit, dan daya lekat 2,16 detik. Gel pentoxifylline stabil selama 7 siklus pengujian meliputi daya lekat, viskositas, daya sebar dan daya lekat, gel stabil ditandai dengan P value tidak berbeda signifikan.