Abstract

PPOK merupakan penyakit yang ditandai dengan hambatan aliran udara di saluran nafas. PPOK disebabkan oleh campuran penyakit saluran udara kecil (misalnya, bronkiolitis obstruktif) dan kerusakan parenkim (emfisema). Pada pasien PPOK, stress oksidatif yang disebabkan oleh gas berbahaya pada tingkat epitel pohon bronkial sehingga terapi anti oksidan atau diet anti oksidan intensif dapat mempengaruhi proses inflamasi dan perkembangan PPOK. Sehingga suplementasi vitamin dibutuhkan untuk menurunkan resiko PPOK yang lebih rendah, mortalitas yang lebih rendah, dan peningkatan nilai spirometri. Vitamin D berperan dalam mempengaruhi fungsi otot rangka dan defisiensi vitamin D mengakibatkan kelemahan fungsi otot pernafasan. Kajian pustaka studi Randomized Controlled Trial mengenai pengaruh suplementasi vitamin D terhadap peningkatan fungsi paru pasien PPOK dilakukan sebagai dasar pemilihan suplementasi dalam terapi perbaikan konidisi pasien. Hasil kajian yang dilakukan menunjukkan bahwa suplementasi vitamin D dapat meningkatkan nilai FEV1, FVC, dan %FEV1/FVC namun pada beberapa penelitian peningkatan nilai dikatakan tidak signfikan secara statistik. Selain meningkatkan fungsi paru, vitamin D juga memiliki efek dalam menurunkan eksaserbasi pada pasien PPOK.


Kata kunci: vitamin D, suplementasi, fungsi paru, PPOK.