Abstract

Obat indikator adalah obat-obat yang dipilih sebagai obat pendukung program kesehatan ibu, kesehatan anak, penanggulangan dan pencegahan penyakit, pelayanan kesehatan dasar esensial. Agar obat indikator dapat diterima oleh unit pelayanan, maka dilaksanakan distribusi obat oleh Instalasi Farmasi Kabupaten. Pendistribusian obat yang efektif dapat menjamin ketersediaan jenis dan jumlah obat indikator dari Instalasi Farmasi secara merata dan teratur untuk memenuhi kebutuhan unit pelayanan.Jenis penelitian adalah deskriptif-retrospektif. Data kuantitatif diperoleh dari SBBK, LPLPO Puskesmas bulan Januari sampai dengan Maret 2020 dan kartu stok gudang Instalasi Farmasi Kabupaten Klungkung. Hasil penelitian, diperoleh bahwa distribusi obat indikator di Instalasi Farmasi Kabupaten Klungkung belum terlaksana secara maksimal. Diantaranya ketepatan distribusi obat indikator diperoleh hasil sebesar 88,89% yang menunjukkan belum sesuainya distribusi yang dilakukan IFK Klungkung dengan standar yaitu 100%. Tingkat ketersediaan obat yang sudah baik dan memenuhi standar yaitu sebesar 93,24% serta rata-rata waktu kekosongan obat yang memperoleh hasil sebesar 1,68% dan belum memenuhi standar yaitu 0%. Simpulan penelitian adalah gambaran distribusi obat indikator di Instalasi Farmasi Kabupaten Klungkung belum dilaksanakan secara maksimal dan harus diperbaiki ke depannya untuk menjamin ketersediaan jenis dan jumlah obat indikator di unit pelayanan.