Abstract

Apotek merupakan sarana pelayanan kesehatan dalam membantu mewujudkan tercapainya derajat kesehatan yang optimal bagi masyarakat. Kegiatan pelayanan kefarmasian semula hanya berfokus pada pengelolaan obat berlalih menjadi pelayanan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Apoteker atau tenaga teknis kefarmasian harus mampu berinteraksi dengan tenaga kesehatan lain maupun pasien. Bentuk interaksi tersebut salah satunya adalah pelayanan resep yang dilakukan. Untuk itu dilakukan penelitian mengenai profil pelayanan resep di apotek di wilayah Kecamatan Denpasar Barat. Penelitian menggunakan metode purposive sampling. Data dari pelelitian ini diperoleh dari kuesioner yang diberikan dan diawab oleh apoteker dan tenaga teknis kefarmasian pada masing masing apotek yang terpilih. Kuesioner tersebut berisi sebelas indikator pelayanan resep di apotek yaitu pemberian nomor resep, pemeriksaan skrining administratif, pemeriksaan skrining farmasetik, pemeriksaan skrining terapetik, validasi penerimaan resep, pemeriksaan penyiapan obat, validasi penyiapan obat, pemeriksaan penyerahan obat, validasi penyerahan obat, pemeriksaan pengarsipan resep dan validasi pengarsipan resep. Dari hasil perhitungan dan analisis data diperoleh skor rata-rata pada setiap indikator sebagai berikut; indikator pemberian nomor resep 2,67 dengan klasifikasi baik, pemeriksaan skrining administratif 2,73 dengan klasifikasi baik, pemeriksaan skrining farmasetik 2,92 dengan klasifikasi baik, skrining terapetik 2,67 dengan klasifikasi baik, validasi penerimaan resep 2,98 dengan klasifikasi baik, pemeriksaan penyiapan 2,96 obat dengan klasifikasi baik, validasi penyiapan obat 3,00,  pemeriksaan penyerahan obat 3,00 dengan klasifikasi baik, validasi penyerahan obat 2,79 dengan klasifikasi baik, pengarsipan resep 2,77 dengan klasifikasi baik, validasi pengarsipan resep 2,75 dengan klasifikasi baik.