Abstract

Daun singkil (Premna corymbosa Rottl. et Willd) merupakan salah satu tumbuhan yang mengandung senyawa flavonoid, yang memiliki aktivitas antioksidan. Metode ekstraksi yang tepat akan menentukan banyaknya jumlah bahan aktif yang didapat dalam suatu ekstrak. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui aktivitas daun singkil berdasarkan perbedaan metode ekstraksi yaitu maserasi, refluks dan soxhlet.Penelitian yang dilakukan bersifat eksperimental dengan tahapan dimulai dari pengumpulan bahan baku, determinasi tumbuhan, pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak dengan metode maserasi, refluks dan soxhlet menggunakan pelarut etanol 70%, dan pengujian aktivitas antioksidan dengan DPPH (1,1-Difenil-2-Pikrilhidrazil) secara spektrofotometri UV-Vis. Analisis data yang dilakukan menggunakan statistik Kruskal-Wallis.Berdasarkan hasil penelitian dengan uji Kruskal-Wallis nilai signifikan (0,180) > nilai p-value 0,05 maka perbedaan metode ekstraksi tidak berpengaruh terhadap aktivitas antioksidan ekstrak daun singkil. Hasil aktivitas antioksidan ekstrak daun singkil pada metode maserasi 40,56 ppm, refluks 41,59 ppm dan soxhlet 35,66 ppm. Aktivitas antioksidan dari ekstrak daun singkil termasuk sangat kuat.