Abstract

Faringitis merupakan kondisi peradangan pada mukosa faring, jaringan limfoid, muskulus dan jaringan lemak di sekitar faring. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran atau deskripsi tentang pola penggunaan obat pada pasien faringitis dewasa di praktek dokter bersama apotek Kimia Farma Teuku Umar periode September 2019 - Januari 2020.


Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan rancangan analisis deskriptif dengan teknik pengambilan sampel non random sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data dianalisis secara deskriptif dimana data yang diperoleh disajikan dan dilaporkan dalam bentuk persentase yang memuat tabel, angka, grafik dan narasi.


Hasil penelitian menunjukan distribusi frekuensi penderita faringitis terdiri dari 35 pasien laki-laki dan 25 pasien perempuan dengan rentang usia terbanyak yakni pada rentang usia 25-32 tahun sejumlah 20 orang dengan persentase (33%). Terapi antibiotik yang paling banyak digunakan yaitu azithromycin 500mg (78,33%), terapi dekongestan-antihistamin yang paling banyak digunakan adalah pseudoefedrin 60mg (63,33%), terapi mukolitik-ekspektoran yang paling banyak dugunakan adalah ambroxol 30mg (80%), terapi kortikosteroid yang paling banyak digunakan adalah methylprednisolon 4mg (95%), dan terapi analgetik yang paling banyak digunakan adalah paracetamol 500 mg (1.67%).