Abstract

Alkohol adalah cairan transparan yang dapat diperoleh dari fermentasi karbohidrat, mudah menguap, dapat bercampur dengan air, eter atau kloroform. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui kadar etanol dalam minuman tradisional tuak yang didapat dari Desa Sengkol, kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, NTB serta arak hasil destilasi dari tuak Desa Sengkol. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium yang diawali dengan pengujian validasi metode analisis pada metode berat jenis dan kromatografi gas-FID dimana parameter-parameter validasi metode analisis yang dilakukan adalah linearitas, LOD dan LOQ, presisi dan akurasi. Selanjutnya dilakukan uji kadar alkohol pada tuak dan arak menggunakan metode berat jenis dan kromatografi gas-FID. 


Hasil penelitian menunjukkan validasi metode berat jenis linearitas didapatkan hasil senilai 0,9928 dan kromatografi gas-FID didapatkan hasil koefisien kolerasi 0,9975, hasil LOD pada metode kromatografi gas-FID 2,13%, sedangkan LOQ sebesar 7,10%. Presisi pada metode berat jenis 1,30% sedangkan presisi pada metode kromatografi gas-FID diperoleh nilai 3,44%. Hasil akurasi dengan metode berat jenis didapatkan sebesar 104,33; 102,13; dan 98,74% sedangkan hasil akurasi dengan metode kromatografi gas-FID diperoleh sebesar 102,70%.  Kadar alkohol tuak pada hari kedua hingga hari ketujuh dengan metode berat jenis diperoleh hasil sebesar 6,83; 8,21; 8,77; 8,26; 6,30; dan 6,29%. Sedangkan hasil kadar alkohol pada tuak menggunakan metode kromatografi gas-FID diperoleh sebesar 11,93%.  Hasil kadar alkohol pada arak dengan metode berat jenis diproleh hasil rata-rata yaitu 59,40% sedangkan hasil kadar alkohol pada arak menggunakan metode kromatografi gas-FID diperoleh sebesar 78,84%.