Abstract

Stroke adalah manifestasi klinik dari gangguan fungsi serebral, baik fokal maupun global, yang berlangsung cepat selama lebih dari 24 jam, atau berakhir dengan kematian tanpa ditemukan penyebab selain daripada gangguan vaskular. Pencegahan stroke berulang salah satunya, menggunakan terapi antiplatelet sebagai pengencer darah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran, perbandingan perbedaan terapi aspirin dan non aspirin pada kejadian stroke berulang di RSUD Dungus Madiun. Jenis penelitian adalah Desain deskriptif kuantitatif dengan metode cohort pada data rekam medis, hasil laboratorium PTT aPTT. Jumlah data dan sampel sebanyak 10 pasien.


Karakteristik pasien dengan jenis kelamin yang mengalami stroke didominasi 60% laki-laki 40% perempuan pada rentang usia 55-64 tahun sebanyak  50%, riwayat merokok sebanyak 60%  dan dengan penyakit penyerta terbanyak yaitu hipertensi dan hiperlipidemia 40%. Pengunaan terapi aspirin sebanyak 50% dan non aspirin sebanyak 50%. Terapi aspirin maupun non aspirin tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap nilai PTT aPTT, tidak terdapat kejadian stroke berulang pada penggunaan terapi aspirin maupun non aspirin.