Abstract

Coronavirus disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit infeksi saluran pernafasan yang disebabkan oleh severe acute respiratory syndrome coronavirus-2 (SARS-CoV-2). Berdasarkan tatalaksana COVID-19 terapi farmakologi COVID-19 terdiri dari antivirus, terapi suportif (vitamin dan mineral), dan terapi simtomatis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kesesuaian terapi farmakologi pada pasien COVID-19 rawat inap yang memperoleh antivirus berdasarkan tata laksana yang disarankan oleh pemerintah. Jenis penelitian ini adalah observasional deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan data menggunakan metode retrospektif berdasarkan data rekam medik pasien rawat inap terkonfirmasi COVID-19 periode September 2020 hingga Mei 2022. Penelitian ini dilakukan di salah satu rumah sakit di Denpasar yang melayani rawat inap pasien COVID-19 selama bulan Oktober 2021 hingga Agustus 2022. Kriteria inklusi dalam penelitian ini terdiri dari pasien rawat inap terkonfirmasi COVID-19 yang mendapatkan antivirus, memiliki data rekam medik yang meliputi data karakteristik serta data klinis pasien seperti profil pengobatan dan gejala. Kriteria eksklusi pada penelitian ini meliputi pasien yang tidak menyelesaikan rawat inapnya. Pada sejumlah total 152 pasien, pola pengobatan COVID-19 telah sesuai (100%) dengan pedoman tatalaksana terapi COVID-19 berdasarkan jenis obat dan indikasi gejala yang meliputi antivirus (favipiravir), vitamin (C dan D), terapi simtomatis (parasetamol), dan antibiotik (azitromisin).